Wulan Kusuma Wardhani

Translator, Journalist and Writer

Location icon Indonesia

Wulan Kusuma Wardhani is a journalist, translator and writer living in Jakarta . Writes in Indonesia and English.

Portfolio
Pandit Football Indonesia
06/22/2015
Perempuan-perempuan Spanyol yang Melawan Federasi

Dikirim oleh Wulan Kusuma Wardani dan Retno Nino "Ya basta!" (cukup!), mungkin dapat menjadi kata-kata yang "mewakili" perasaan anggota tim nasional (timnas) perempuan Spanyol dan para penggemarnya. Kegagalan mereka lolos ke 16 besar sungguh di luar perkiraan. Slogan yang selama ini didengung-dengungkan, soƱar en grande (bermimpi besar) tidaklah cukup untuk mewujudkan mimpi mereka.

Magdalene
Eighteen Years of Seeking Justice

Six months after the collapse of the New Order regime in May 1998, students and civil society groups took to the streets to protest against the Special Session of the People's Consultative Assembly, calling it unconstitutional and a way to preserve the status quo.

Pandit Football Indonesia
02/11/2014
Perdagangan Manusia dan Wajah Kelam Globalisasi Sepakbola

Oleh: Wulan Kusuma Wardhani Globalisasi punya ilusinya sendiri. Salah satu ilusi yang melekat pada globalisasi adalah setiap orang bisa pergi ke mana pun untuk mengejar mimpi-mimpinya, menjadi terkenal atau kaya raya di negeri orang.

Pandit Football Indonesia
04/21/2014
Diskriminasi Terhadap Wanita di Dunia Sepakbola

Oleh: Wulan Kusuma Wardhani Sepakbola selalu diidentikan sebagai hal yang berbau maskulin. Selalu meneguhkan bahwa estetika permainan sepakbola mengajarkan suatu maskulinitas tradisional.

Pandit Football Indonesia
08/31/2014
Memahami Diego Simeone sebagai Motivator Kelas Satu

Oleh: Wulan Kusuma Wardhani. Kesukesan Diego Pablo Simeone sebagai pelatih Atletico Madrid tidak perlu dipertanyakan lagi. Simeone, yang mengambil alih tampuk kepelatihan Atletico pada Desember 2011, berhasil membawa timnya merebut 3 gelar selama 3 musim.

Pandit Football Indonesia
04/07/2015
Glosari: Mengenal Posisi Pemain dalam bahasa Spanyol

Oleh Wulan Kusuma Wardhani Sepakbola, sebagaimana olahraga kolektif lainnya, terdiri dari beberapa pemain yang memiliki fungsi spesifik di lapangan pertandingan. Liga sepakbola Spanyol, terlepas dari anggapan sebagai liga yang "kurang kompetitif", tetap menjadi tontonan menarik di seluruh dunia. Bahasa asing seperti bahasa Jerman, bahasa Italia bahkan bahasa Spanyol sendiri kurang populer bagi kita yang tinggal di Indonesia.

Magdalene
Women Players Lead the Fight Against Homophobia in Football

After a month-long competition, the United States of America won FIFA Women's World Cup for the third time, beating Japan 5-2 in the finals early this month. The thrilling final match happened shortly after the US Supreme Court legalized same-sex marriage on 26 June.

Magdalene
Refugee Girls Find Happiness in Futsal

Imagine living a life in limbo for six, seven years or longer, during which you cannot attend school or work legally, until you are told where you can go to live. This is essentially what life as refugees is like.

Pandit Football Indonesia
05/28/2015
Istanbul United: Saat Penggemar Sepakbola Bersatu Melawan Penguasa

Tepat pada hari ini, 28 Mei, dua tahun silam, Gezi Park Movement merayakan ulang tahunnya yang kedua. Aksi yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini diawali oleh protes sekelompok pecinta lingkungan di Istanbul terhadap pembangunan replika barak militer Ottoman di Taman Gezi.

deportistaverde
08/22/2015
Threat of Crisis in Turkish Football

Turkish Super League began on August 14. Now, some top players started to follow Wesley Sneijder's (Galatasaray) and Didier Drogba's (former Galatasaray player) path. They were Lukas Podolski (Galatasaray), Robin van Persie, Nani (Fenerbahce), Samuel Eto'o (Antalyaspor), Mario Gomes and Ricardo Quaresma (Besiktas). Not to mention continued speculation linking Victor Valdes with a move to...

Magdalene
Muslim and Minority: Shias' Struggle in Indonesia

As an adherent of Shia Islam in a mainly Sunni nation, university student Syahar Banu, 26, has learned to be discreet about her faith throughout her young life. Her parents are Shias - her father converted a while back after reading the book Shia: Rationalism in Islam written by Muslim scholar Abubakar Atjeh.

Magdalene
Hak Kesehatan Remaja yang Terabaikan

"Elyn", karyawati swasta berusia 23 tahun, pernah mengalami hal buruk ketika ingin mengakses layanan kesehatan reproduksi di rumah sakit swasta. Waktu itu ia ingin memeriksakan rahimnya karena terjadi kegagalan kontrasepsi akibat ada sobekan di kondom saat melakukan hubungan seksual. Pada pagi hari setelah berhubungan seksual, ia minum nogestat atau pil pencegah kehamilan.

Magdalene
Bicara Seksualitas Remaja di Indramayu

Siang itu di bulan Mei, suhu udara di Indramayu cukup menyengat, mencapai 37 derajat Celsius. Namun, panas terik tak menghalangi sekelompok perempuan di kompleks prostitusi Cilegeng Indah di desa Cilegeh, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, untuk melakukan aktivitasnya. Tampak sekelompok ibu paruh baya bersama-sama mengolah bahan makanan untuk disajikan pada resepsi perkawinan salah seorang warga yang tinggal di tempat itu.

Magdalene
Making Transjakarta Busway More Women-Friendly

Sports journalist Wieta Rachmatia has been using Transjakarta, the capital city's Bus Rapid Transit (BRT) system, since 2010. Most of the time, she takes the Corridor 9, a route that links Pinang Ranti in East Jakarta to Pluit in North Jakarta.

Magdalene
Aliansi Remaja Independen Mimpikan Remaja yang Berdaya

Seperti remaja pada umumnya, Prameswari Puspa Dewi, 22, pernah merasa dikekang oleh orangtua, Namun, sejak bergabung dengan Aliansi Remaja Independen (ARI), cara pandang orangtua terhadap dirinya berubah. "Zaman dulu, biasanya orangtua seringkali melarang anak anaknya untuk melakukan suatu hal dengan berbagai alasan.