Esai
Lulusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Pengalaman magang Content Writer di PT. Konten Baik Indonesia (Hipwee).
Tulisan terbit di Hipwee dapat dikunjungi melalui link di bawah
↓
Esai
Esai terbit di Mimbar Mahasiswa Solopos
Esai terbit di Ibtimes
Liputan
Yogyakarta - Penuntut umum Harius Salim esais asal Yogyakarta, mendakwa Agus Mulyadi dan Iqbal Aji dengan sembilan dakwaan sekaligus. Isinya berupa tuduhan seputar perjalanan karir kedua penulis tersebut selama aktif berkecimpung di dunia kepenulisan. Pengadilan yang dimaksudkan di sini merupakan konsep baru dari diskusi atau talkshow kepenulisan yang selama ini terasa menoton.
Jika dulu awal mula film berupa gambar bergerak tanpa suara atau dikenal dengan film bisu, saat ini tampaknya sebuah film tak bisa dipisahkan dari iringan musik. Keberadaan musik dalam film menjadi pemantik rasa emosional penonton ketika melihat suatu adegan. Bagi Angga Sasongko, sutradara film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) yang menjadi box office, musik punya arti lebih dari itu.
YOGYAKARTA - Bekerja sama dengan Klub DIY Menonton, Dinas Kebudayaan DIY menghadirkan Bioskop Jumat yang rutin digelar tiap hari Jumat di Ruang Audiovisual Dinas Kebudayaan DIY. Bioskop Jumat menjadi program pemutaran film alternatif yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY. Dalam perjalanannya, Bioksop Jumat banyak mengenalkan tayangan film-film berdurasi singkat yang masih jarang diketahui masyarakat.
Review
Pertanyaan ini jadi benang merah dalam film produksi tahun 2019, The Farewell. Bercerita tentang seorang nenek bernama Nai Nai yang mengidap kanker. Dokter mendiagnosis hidupnya tidak lama lagi. Kabar ini disampaikan dokter kepada adik Nai Nai. Seluruh keluarga ia beri tahu, kecuali Nai Nai sendiri.
Saya bukan penggemar film-film misteri. Alasan ini sepertinya yang melatarbelakangi saya menonton Knives Out dari siang hingga malam. Kebutuhan mendesak yang perlu dijalani membuat Knives Out selesai saya tonton. Walaupun begitu, saya sama sekali tidak menyesal menonton film ini, dan perlu mengucapkan terima kasih kepada teman yang sudah merekomendasikan.
Membaca Kukila saat berada di rantau, membuat saya seketika kangen rumah, terutama kepada Ibu. Sebagai anak yang kini hidup jauh dari orang tua, pada satu titik saya merasa butuh sosok mereka sebagai tempat berkeluh kesah. Namun, karena kurang cakap berbicara, saya jarang sekali berterus terang tentang apa yang saya rasakan.